News

Begini Kematian Prince ‘Dirayakan’ di Kota Kelahirannya

Apa yang lebih indah dari musik yang berhasil menyentuh hati? Totalitas Prince dalam bermusik adalah contohnya. Kepergiannya dari dunia tak saja membuat penggemar bersedih, namun mereka ‘merayakannya’ dengan cara yang sepertinya akan disukai Purple Rain.

Nyatanya, tidak seperti banyak artis lain, musik Prince tidak selalu tersedia untuk diputar secara online. Artinya, penggemar setia akan membutuhkan CD, bahkan piringan hitam, agar dapat menikmati lagu klasik seperti Purple Rain dan Raspberry Beret.

Sutradara Spike Lee, secara personal adalah kawan dekat Prince. Dia memilih cara unik mengenang kawannya, yaitu menari di serambi kantornya, di kawasan sibuk di Brooklyn, New York. Mengenakan atasan berwarna ungu, aksinya bisa Anda lihat di bawah ini.

https://www.instagram.com/p/BEe-ikTta3V/

Sementara itu, First Avenue, klub malam di Minneapolis, di mana punya keterkaitan erat lantaran Prince lahir di Minneapolis dan beberapa kali tampil di First Avenue di awal karirnya, mengadakan penghormatan khusus dengan memutar hanya lagu Prince sepanjang malam, secara eksklusif.

“Kami patah hati. Prince seperti Santa Patron dari First AVenue. Dia tumbuh di panggung ini, lalu mengendalikannya, dan dia menyatukan kota kami. Beristirahatlah dalam damai dan kekuatan, Prince,” tulis pihak penyelenggara di Facebook, dikutip dari NME.

https://twitter.com/KielBriggs/status/723353161629614081

https://twitter.com/ryanmevans/status/723351649046171648

Di tempat terpisah, masih di Minneapolis, dua jalur jalan ditutup untuk sebuah konser, sementara di Interstate 35W dan jembatan Lowry Avenue dinyalakan lampu warna ungu. Hari Minggu mendatang, lonceng menara di Balai Kota Minneapolis akan memainkan lagu Prince, dan logo Prince akan diproyeksikan di Gedung Wyman Partridge, tempat klub milik Prince, Glam Slam Club (sesuai judul lagu dari album Lovesexy tahun 1988) berada.

Kekuatan musik memang luar biasa.

(nme)