Kehilangan Dua Personel, Payung Teduh Bubar

pic: @okezone.com

Dengan lirik indah dan melodi membuai, tak perlu waktu lama bagi Payung Teduh menjadi tempat berteduh telinga para penggemarnya. Tiga album menjadi pembuktian musikalitas band Jakarta tersebut. Sayangnya, mereka tak bisa lagi memberi keteduhan.

Sudah blak-blakan sejak akhir tahun 2017 lalu, di awal 2018 diketahui Payung Teduh ditinggalkan dua personel, yaitu Mohammad Istiqamah Djamad alias Is yang biasa bernyanyi, memainkan gitar sampai menciptakan lagu, dan disusul oleh Abdul Aziz Kariko atau Comi, pembetot bass. Meski sudah siap bubar (atau vakum, entahlah?), tak ayal berita ini membuat penggemar patah hati.

Dengan bertanggung jawab, PT pun menyempatkan diri merilis album ketiga bertitel Ruang Tunggu pada 19 Desember lalu. Bahkan, masih menyelesaikan show-show hingga akhir tahun. Semakin membuat perih di hati, ketika mereka menghapus semua foto yang telah diunggah di akun Instagram dan menyisakan tiga saja, dengan tagar TerimaKasihKawan.

sumber: @instagram/payungteduh

sumber: @instagram/payungteduh

Di salah satu foto, mereka mencantumkan dukungan atas keputusan Is dan Comi, yang dilansir dari Tirto, akan kembali ke dunia teater. Fitur komentar dimatikan, sehingga akun PT kini terlihat begitu senyap.

Hanya melalui tiga album, band yang telah bersama sejak 2007 ini telah menggoreskan warna tersendiri di dunia folk Indonesia. Apapun alasan Is dan Comi mundur dari Payung Teduh, mereka telah memberikan keindahan besar beberapa tahun belakangan ini. Terima kasih, Payung Teduh!

(alt)

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>