even music News

Sylvia Saartje with Classic Rock A Tribute Concert 2016: Umbar Bahagia

Jumat (5/2), hujan yang mengguyur sejak siang tidak menghentikan The Bankers Community menggelar hajatan Classic Rock A Tribute Concert dengan bintang tamu Sylvia Saartje. Perlahan namun pasti, Nashville Club yang dipilih sebagai venue makin padat setelah Proses yang membawakan lagu-lagu Queen, membuka acara.

Konsep menarik diterapkan oleh The Bankers kali ini, menyajikan empat band tribute sekaligus, yaitu Proses, Panama Project (Van Halen), Mekrock (Led Zeppelin), dan 1/2 Abad (Jimi Hendrix) yang berhasil memanaskan venue. Tidak hanya sampai di sana, di sesi kedua di acara yang dipandu oleh Ovan Tobing yang melontarkan banyak canda, masih ada penampilan para gitaris asli Malang.

Dan sesi ini sungguh menyenangkan! Adalah Norman Duarte Tolle, Bayu Priaganda dan Yovann Unyep bergantian melantunkan keindahan dari senar gitar mereka, membawakan Steve Vai, Joe Satriani dan Yngwie Malmsteen. Untuk diketahui, pada 1996, Joe Satriani mencetuskan ide tur kepada dua rekannya, Steve Vai dan Eric Johnson yang bersambut baik, dan akhirnya konsep ini terus berkelanjutan dari tahun ke tahun, menampilkan banyak sekali gitaris seperti John Petrucci (Dream Theater), Paul Gilbert (Mr.Big), juga Steve Morse (Dixie Dregs, Deep Purple), sampai Brian May (Queen) dan Herman Li (DragonForce).

image2
pic: SenaputraFM/Farhan

 

image1
pic: SenaputraFM/Farhan

Norman pun sempat mengakui, ide tribute to G3 ini sudah ada sejak satu dekade lalu. Namun lantaran kesibukan dan well, kehidupan, dirinya beserta Bayu dan Unyep baru bisa merealisasikan penghormatan tersebut di Nashville. Kemudian, dia mengundang kembali rekan-rekannya ke atas panggung, dan terjadilah sebuah kolaborasi yang disebut Norman sebagai “bonus”.

Bukan saja rasa bangga karena Malang masih punya generasi yang begitu lihai memainkan string setelah Ian Antono dan Totok Tewel, namun lebih dari itu. Melihat wajah dan senyum Norman, Bayu dan Unyep yang saat itu juga dibantu teman-teman di sektor drum, bass dan gitar, bangga tersebut turut berubah menjadi bahagia. Karena jelas tampak, mereka pun mencintai dan bersemangat di atas panggung, membuat atmosfer venue seketika jadi selayaknya sebuah acara tribute, bukan sekadar temu kangen biasa.

image3
pic: SenaputraFM/Farhan

Nama Sylvia Saartje disebut Ovan Tobing menutup sesi kedua, menuju yang ketiga. Seorang perempuan berambut keriting panjang, bertubuh kecil dan mengenakan pakaian berkilauan, berdiri dengan percaya diri, terlihat nyaman di bawah lampu sorot panggung. Bersama Malang Rock Legends, dia pun membuka dengan Here I Go Again dari Whitesnake.

Panggung memang jadi terlihat penuh, karena Norman, Bayu dan Unyep juga masih di posisi masing-masing. Tetapi justru mereka menjadi ornamen penting ketika Sylvia menyanyikan Slave (Whitesnake) dan Pink (Aerosmith). Kemudian, Jakarta Blue Jeansku dipilih, lagu ini sudah berusia 30 tahun lebih, namun tetap memberikan desiran yang sama untuk yang pernah merasakan kehebohan ibukota.

pic: SenaputraFM
pic: SenaputraFM/Farhan

Menyusul, I’d Rather Go Blind (Chicken Shack), Summertime (Janis Joplin); keduanya adalah lagu-lagu signature yang sangat indah, terutama di era sekarang, di mana segalanya bisa dibuat dengan bantuan teknologi. Sylvia menempatkan Biarawati setelahnya, membuat penonton menyanyi bersamanya. Saat itu, wajah Sylvia berkilauan, dia pun terlihat bahagia.

ot-sylvia tribute

Mercedes Benz (Janis Joplin), Honky Tonk Women (The Rolling Stone), dan Indonesia Pusaka yang dinyanyikan bareng penonton jadi penutup sesi puncak. Berulang kali, Sylvia mengumbar senyum lebar, melambaikan tangan, melontarkan cium jauh, dan bahkan menyapa beberapa orang kawannya semasa sekolah. Bukan hanya Sylvia yang berbahagia malam itu, The Bankers Community pun terlihat bersenang-senang, dan terutama, penonton yang melenggang keluar sembari bernyanyi kecil. Everybody did have a good times!